Menjelang Agustus-an 2005 temen-2 di Medical Badak pada ribut tentang rencana partisipasi dalam festival band untuk 17-an. Mulailah beredar email tentang pencarian bakat serta nama band yang pas. Singkat cerita sudah ada terkumpul siapa yang bakal main gitar (Anshori, asisten apoteker), bass (Daud, asisten apoteker) dan vokalis (Romi, resepsionis). Tapi belum ada yang main drum serta keyboard. O ya namapun sudah ada yaitu “Virus Band”. Waktu tahu berita itu aku pun paritsipasi cari pemain drum. Akhirnya ketemu dengan Gilang sebagai drummer. Dan saat itu pula aku usulin nama bandnya Aesculapius Band. Aesculapius itu adalah dewanya kedokteran yang lambangnya tongkat dan ular. Tapi akhirnya kita sepakati untuk dipendekkan menjadi Aesculaps Band. Mulailah teman-2 giat berlatih. Awalnya Aesculaps akan tampil tanpa iringan keyboard. Tapi karena tuntutan lagu (saat itu) akhirnya diputuskan ada Budi ”Ronal” yang main keyboard. Waktu bergulir begitu cepatnya menuju hari H festival 17-an itu. Dan kami pun giat berlatih tiap hari siang dan sore hari bahkan kami latihan sampai malam hari. Malah Anshori si gitaris yang rumahnya di Samarinda dan tiap hari pulang hari saat itu rela bermalam di klinik demi latihan band. Yah...itulah kami yang giat berlatih agar tercipta harmonisasi dan sinergi musik. Pada hari H, alhamdulillah kami bisa tampil prima dan kami pun sangat berterimakasih atas bantuan dan kerjasama kawan-2 terutama pak J Kristijono selaku camps service superintendant yang membolehkan kami latihan pada siang hari begitu juga PCT departemen yaitu pak Teguh K Wahyu dan tentu pak Hanafie Yudianto yang amat sangat men-support group kami. Dan akhirnya tidak sia-2 kami bisa ”menyabet” juara 1 dan juara favorit sekaligus. Begitu juga pada festival band tutup tahun 2005. Aesculaps Band mendapat juara 2 dalam festival tsb.
Sunday, December 9, 2007
SEJARAH TERBENTUKNYA AESCULAPS BAND
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment